Bisnis

5 Kesalahan ecommerce yang harus dihindari

Dengan begitu banyaknya platform kustomisasi dengan harga yang terjangkau dan kemudahan dalam mengakses, maka untuk membuat toko online menjadi sangat mudah. Bahkan jika Anda tidak ingin mengurus toko online, Anda dapat bergabung dengan marketplace seperti tokopedia.com dan bukalapak.com untuk berjualan. Namun dengan begitu banyaknya kemudahan yang ditawarkan oleh platform – platform tersebut, Anda dapat dengan mudah mengabaikan hal detil yang justru sebenarnya sangat penting karena jika hal detil tersebut diabaikan, maka bisnis Anda akan sulit untuk berkembang.

“Setiap orang yang memulai bisnis memiliki mimpi, ambisi, dan kegembiraan yang besar,” kata Terry Lin, founder Baller Leather, sebuah toko retail online di bidang fashion. “Tetapi perkembangan bisnis ecommerce Anda bergantung pada kemampuan Anda untuk mendapatkan pelanggan baru dan meningkatkan penjualan dari pelanggan yang sudah ada. Sedangkan, setiap channel pemasaran membutuhkan waktu, uang atau energi. Untuk menemukan keseimbangannya, semua bergantung pada Anda.”

Untuk membantu Anda menemukan keseimbangan tersebut, saya berbicara dengan beberapa pakar yang berkecimpung di dunia retail online mengenai pengalaman mereka membangun bisnis online. Berikut ini merupakan lima tips yang dapat membantu Anda untuk menghindari kesalahan yang sering terjadi ketika membangun ecommerce.

Kesalahan #1: Tidak tahu dimana mencari pelanggan online Anda

Tidak semua channel pemasaran cocok diterapkan pada setiap bisnis. Sebagai contoh, menjual mesin – mesin industri pada Etsy, sebuah marketplace yang menyasar ceruk (niche) barang – barang buatan tangan mungkin tidak akan membuat Anda berhasil. Tetapi jika Anda membuat kerajinan tangan, Etsy merupakan tempat yang sesuai bagi Anda untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Baca juga:  Cara meningkatkan referral dari pelanggan Anda

“Sangat penting bagi Anda untuk melakukan pekerjaan rumah Anda sebelumnya dan memastikan bahwa Anda menjual sesuatu yang akan dibeli oleh orang lain,” kata Lin.

Sebagai permulaan, cobalah mencari produk yang mirip dengan produk yang Anda jual secara online. Lihat pasar mana yang digunakan oleh kompetitor Anda? Lihatlah apakah pasar tersebut memang sesuai untuk target market Anda, dan apakah mereka memang membutuhkan produk yang Anda jual.

Kesalahan #2: Tidak memaksimalkan media sosial

Pengusaha ecommerce, Ezra Firestone mengatakan sangat penting bagi Anda untuk menguasai platform seperti Facebook, Twitter, dan Google. Buat agar brand Anda dapat diakses dengan mudah dan tarik pelanggan Anda untuk mengunjungi website perusahaan dengan memberikan sedikit gambaran tentang produk baru Anda dan cerita dibalik pembuatan produk tersebut, kata Firestone. Platform ini akan membantu Anda untuk menciptakan dialog dengan pelanggan Anda dan membuat layanan menjadi lebih baik.

Baca juga:  10 Cara untuk mendapatkan kepercayaan secara online

Kesalahan #3: Tidak mengetahui niche Anda

Dave Huckabay, penjual perlengkapan sains dan peralatan industri mengatakan salah satu penyebab kegagalan retail online adalah mencoba menjual terlalu banyak tipe produk kepada tipe pelanggan yang berbeda. Anda harus memberikan alasan kepada orang – orang mengapa mereka harus membeli produk Anda. Dengan menawarkan satu jenis produk atau melayani kebutuhan yang belum dimiliki oleh pasar lain dapat menjadi keunggulan Anda.

“Niche kecil Anda sangat penting,” kata Huckabay, dia menjelaskan bahwa jika dia ingin menjual kebutuhan hewan peliharaan secara online, dia tidak akan menjual hal – hal umum, tetapi cenderung fokus pada kategori yang belum ada atau jarang dilihat orang, seperti mainan spesial atau alat – alat keamanan.

Huckabay menyarankan bahwa Anda harus benar – benar spesifik agar dapat menarik perhatian para fans atau penghobi dengan memberikan pengetahuan produk secara spesifik dan segala hal yang berhubungan dengan kategori tersebut. Sebagai contoh, sebuah situs yang menjual perlengkapan hang gliding dapat berkonsentrasi pada perawatan perlengkapan hang gliding. Dengan demikian toko – toko besar yang biasanya hanya tahu menjual saja, tidak akan dapat memenuhi kebutuhan para penghobi tersebut.

Baca juga:  4 Tanda saatnya mengucapkan “selamat tinggal” kepada klien

Kesalahan #4: Tidak bijak menggunakan sumber daya

Sangat penting bagi Anda, terutama pada tahap awal mendirikan toko online untuk menggunakan waktu dan sumber daya Anda dengan bijak. Huckabay mengatakan salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh bisnis ecommerce baru adalah membangun inventory mereka sebelum mereka mengetahui seperti apa permintaan atas produk tersebut, hal ini mengakibatkan penuhnya stok barang Anda dan tidak ada satu orang pun yang membelinya.

Untuk menghindari hal ini, Huckabay menyarankan Anda untuk melihat – lihat item produk yang banyak dicari oleh orang – orang pada marketplace yang sudah ada (ada bisa melihat total view produk tersebut) atau total penjualan yang sudah dilakukan dalam satu bulan. Dengan melakukan hal tersebut, Anda akan tahu seberapa besar permintaan untuk produk tersebut.

Kesalahan #5: Tidak fokus

Ketika meluncurkan toko online, Anda harus menghadapi berbagai hal detil, mulai dari pengiriman barang hingga foto produk. Seiring bertambahnya item produk, Anda harus tetap memprioritaskan hal – hal yang membuat pelanggan Anda senang dan membuat bisnis Anda lebih baik. “Mengantarkan produk Anda hingga ke tangan pelanggan jauh lebih penting daripada memperbaiki gambar produk yang kurang menarik,” kata Lin.

Tags

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *