Bisnis

4 Pertanyaan yang harus ditanyakan sebelum merekrut karyawan pertama Anda

Keputusan untuk mempekerjakan seorang karyawan sangat sulit bagi banyak pengusaha, terutama bagi pekerja lepas dan pendiri bisnis yang berkomitmen untuk meningkatkan bisnis mereka menuju profitabilitas. Tidak ada keraguan bahwa bekerja sebagai pekerja tunggal memiliki beberapa keuntungan. Anda dapat mengatur jadwal Anda sendiri tanpa khawatir tentang bagaimana membuat orang lain sibuk. Tapi ada keterbatasan yang bisa Anda lakukan sebagai one man show. Jika Anda telah mempertimbangkan untuk mempekerjakan karyawan pertama Anda, dapatkah Anda yakin bahwa ini merupakan waktu yang tepat? Apakah karyawan baru Anda akan membantu mengembangkan bisnis Anda atau menghabiskan waktu dan anggaran Anda? Sulit untuk mengetahui dengan pasti bagaimana semuanya akan berjalan dengan baik, tetapi jika Anda memang sudah siap untuk merekrut karyawan pertama Anda, namun masih memiliki sedikit keraguan, cobalah bertanya pada diri sendiri empat pertanyaan ini untuk dapat membantu menentukan apakah Anda siap untuk beralih dari pengusaha tunggal menjadi pemberi kerja.

Mengapa Anda mempekerjakan seseorang?

Tentu, Anda siap bekerja dan menghabiskan 12 jam sehari. Namun, hanya karena Anda sibuk bukan berarti ini dapat menjadi alasan yang cukup untuk mempekerjakan karyawan pertama Anda. Apa yang ingin Anda capai dengan menambahkan karyawan ini? Apakah Anda memerlukan asisten untuk mengurus pekerjaan yang sibuk sehingga Anda dapat fokus pada kegiatan yang menghasilkan pendapatan? Apakah Anda ingin menambah keahlian sehingga Anda dapat memperluas penawaran Anda? Singkatnya, bagaimana Anda mengharapkan karyawan ini dapat membantu bisnis Anda selama periode lima bulan, satu tahun, dan tiga tahun? Anda tidak boleh mengeluarkan biaya perekrutan sampai Anda benar-benar memiliki road map yang jelas tentang manfaat yang akan mereka berikan.

Apakah ada pekerjaan tambahan yang cukup?

Setelah Anda menentukan gambaran besarnya, sekarang saatnya untuk mulai menyusun pekerjaan untuk karyawan tersebut dari hari ke hari. Hal terakhir yang Anda inginkan adalah mengajak seseorang bergabung, lalu menghabiskan berjam-jam setiap hari mencoba mencari cara untuk mengisi waktu mereka. Anda tidak akan menyelesaikan pekerjaan Anda sendiri, dan akan membayar mereka untuk duduk-duduk. Anda tidak boleh mempekerjakan siapa pun sampai Anda telah memetakan sekitar 20 jam tugas kerja per minggu (untuk karyawan penuh waktu). Tidak diragukan lagi begitu seseorang dipekerjakan, segala sesuatunya akan berkembang dengan cepat dari rencana awal ini, tetapi perhitungan ini akan memberi tahu Anda apakah Anda memiliki pekerjaan yang memadai untuk dikelola orang lain saat ini atau tidak.

Baca juga:  Buat rencana, tapi ingat bahwa sukses datang pada orang yang mengeksekusinya

Apa tanggung jawab hukum Anda sebagai pemberi kerja?

Tanggung jawab hukum Anda dimulai segera setelah Anda memulai proses perekrutan sehingga Anda perlu membiasakan diri dengan semua undang-undang negara untuk ketenagakerjaan. Selain itu, Anda harus menyiapkan sistem penggajian dan memahami persyaratan untuk berkontribusi pada Jaminan sosial dan kesehatan serta pemotongan pajak penghasilan karyawan. Anda juga harus mematuhi undang-undang yang mengatur kesetaraan pekerjaan, pelecehan seksual, cakupan asuransi kesehatan, undang-undang upah dan jam kerja, dan masih banyak lagi.

Berapa biaya fulltime seorang karyawan?

Saat mempekerjakan seorang karyawan, pengeluaran Anda lebih dari sekadar membayar gaji. Pikirkan tentang segala sesuatu yang dibutuhkan karyawan Anda untuk melakukan pekerjaannya: komputer, perangkat lunak, teknologi penunjang lainnya, biaya perjalanan, paket seluler, dan semua biaya operasional kantor. Kemudian hitung semua biaya tersebut. Selain peralatan dan ruang kerja, Anda harus membayar pajak gaji (Jaminan sosial dan kesehatan), dan tunjangan pekerja, bersama dengan manfaat apa pun yang Anda pilih untuk ditawarkan agar dapat menarik dan mempertahankan karyawan. Sekarang setelah Anda memiliki angka-angka tersebut, tanyakan pada diri Anda apakah Anda mampu mengalokasikan dana tersebut. Jika Anda selama ini bekerja sendirian, maka bisa jadi angka ini merupakan angka yang cukup besar untuk Anda keluarkan, namun ingatkan diri Anda bahwa ini adalah investasi untuk bisnis Anda, bukan hanya tentang biaya. Jika Anda masih tidak yakin apakah manfaat tambahan dari seorang karyawan sesuai dengan harga saat ini yang harus Anda keluarkan, maka Anda selalu dapat “mencoba sebelum membeli” dengan memulai merekrut mereka sebagai karyawan paruh waktu (25 jam/minggu) atau menyewa jasa tenaga berdasarkan kontrak proyek. Setelah beberapa bulan, Anda akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang keahlian, kekuatan, dan kemampuan orang tersebut untuk membantu bisnis Anda. Terakhir, ketika mempekerjakan karyawan pertama Anda, mudah untuk selalu berpikir tentang apa yang akan mereka lakukan dan bagaimana mereka melakukannya. Pertimbangkan setiap menit waktu yang Anda habiskan untuk melatih dan mengelola mereka sebagai investasi. Ingatlah bahwa Anda mempekerjakan orang lain untuk membebaskan waktu Anda agar dapat mengembangkan bisnis Anda dengan lebih baik. Jangan pernah melupakan perencanaan dan tugas ekstra yang harus Anda lakukan sekarang, karena ada orang lain yang ikut serta dalam perusahaan Anda.

Related Articles